TPP Kota Langsa yang dimotori
oleh Koordinator Kota (Korkot) melakukan optimalisasi peran Kader Pembangunan
Manusia (KPM) terkait aplikasi e-Human Development Worker (eHDW) Optimalisasi
yang berfokus pada peningkatan akurasi data, pemantauan layanan, dan penggunaan
data tersebut untuk perencanaan pembangunan desa yang lebih efektif dalam
pencegahan stunting.
Secara keseluruhan, optimalisasi
eHDW oleh KPM bertujuan untuk memastikan program percepatan penurunan stunting
di desa berjalan efektif berbasis data yang akurat dan real-time.
Kegiatan ini dilakukan di Aula
Kantor Camat & diikuti oleh seluruh KPM dalam wilayah Langsa Barat.
Optimalisasi peran Kader
Pembangunan Manusia (KPM) terkait aplikasi eHDW sangat penting untuk
efektivitas pencegahan stunting di desa. KPM menggunakan aplikasi eHDW sebagai
alat bantu utama untuk pendataan dan pemantauan konvergensi program stunting di
tingkat desa.
Optimalisasi peran KPM dapat
dicapai melalui beberapa strategi kunci:
1. Peningkatan Kapasitas dan
Pelatihan Berkelanjutan
- Bimbingan Teknis (Bimtek): KPM memerlukan
pelatihan teknis secara berkala tentang fitur-fitur terbaru aplikasi eHDW,
termasuk cara input data, pemantauan indikator layanan, dan verifikasi
data sasaran.
- Peningkatan Pemahaman Substansi: Pelatihan
juga harus mencakup pemahaman mendalam tentang isu stunting, siklus 1.000
Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan pentingnya data yang akurat untuk
perencanaan intervensi di desa.
- Analisis Data: KPM perlu dilatih untuk
tidak hanya menginput data, tetapi juga menganalisis data stunting yang
tersedia di eHDW untuk mengidentifikasi masalah dan merancang kegiatan
percepatan penurunan stunting di desa.
2. Penguatan Koordinasi dan
Kolaborasi
- Sinergi Antar Pihak: KPM harus
berkoordinasi erat dengan bidan desa, petugas puskesmas, dan kader
posyandu untuk memastikan data yang dikumpulkan akurat dan terverifikasi.
- Rapat Koordinasi Rutin: Penyelenggaraan
rapat koordinasi (rakor) rutin antara KPM, operator desa, dan pendamping
desa dapat membantu mengatasi kendala teknis dan memastikan proses
verifikasi data berjalan lancar setiap triwulan.
- Peran Pemerintah Desa: Pemerintah desa,
melalui admin eHDW desa, perlu memastikan proses verifikasi data KPM
berjalan tepat waktu agar data termonitor dengan baik di tingkat
kabupaten/kota.
3. Pemanfaatan Data untuk
Perencanaan
- Advokasi Berbasis Data: Data dari eHDW
harus digunakan sebagai alat advokasi oleh KPM untuk mengidentifikasi
keluarga sasaran yang belum menerima layanan lengkap dan mengusulkan
intervensi dalam musyawarah desa (Musdes).
- Monitoring dan Evaluasi: Data eHDW
digunakan untuk memonitor apakah keluarga sasaran menerima intervensi gizi
spesifik dan sensitif secara lengkap, yang berfungsi sebagai alat kontrol
bagi desa untuk mencegah kasus stunting baru.
4. Solusi Mengatasi Tantangan
- Kendala Teknis: Mengatasi masalah
jaringan atau error aplikasi dengan bantuan teknis cepat
dari pendamping desa atau dinas terkait.
- Kesulitan Pengumpulan Data: Peningkatan
kolaborasi dengan fasilitas kesehatan dan administrasi desa untuk
membandingkan dan memvalidasi data dapat meningkatkan akurasi data KPM.
Dengan langkah-langkah ini, peran
KPM akan optimal, tidak hanya sebagai penginput data, tetapi juga sebagai agen
penggerak di lapangan yang mampu merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi
program pencegahan stunting secara efektif di tingkat desa.







0 comments:
Post a Comment