LANGSA – Dalam upaya menyukseskan reformasi bantuan sosial yang lebih transparan dan berkeadilan, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kota Langsa bergerak aktif mendorong program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Langkah strategis ini difokuskan pada pemutakhiran data masyarakat yang berada dalam kelompok ekonomi desil 1 hingga desil 4 agar seluruh program intervensi kemiskinan benar-benar jatuh ke tangan yang berhak.
Sejak program ini diluncurkan
secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Langsa, Dharma Putra, SP, TPP
bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan aparatur gampong terus
mengawal validitas data di lapangan. Sebagai contoh nyata, pendataan massal di Desa Seulalah Baru, Kecamatan Langsa Lama, berhasil
menjaring antusiasme 350 warga. Sementara itu, akselerasi serupa di Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota, dilaporkan
telah mencapai progres signifikan hingga 90 persen.
Peran Krusial TPP dalam Pemutakhiran Data
Sebagai ujung tombak pemberdayaan di tingkat
akar rumput, TPP Kota Langsa mengambil peran penting dalam meminimalkan
kekeliruan data status sosial (seperti exclusion dan inclusion error).
Sinergi di lapangan diperkuat oleh kolaborasi bersama Agen Perlinsos, perangkat
desa, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan verifikasi by name
by address langsung ke rumah-rumah warga.
Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial
Next Generation (SIKS-NG) Kota Langsa, Agus Suryadi, menjelaskan bahwa
pemutakhiran data ini memberikan ruang bagi warga yang kondisi ekonominya tidak
sesuai dengan status desil terdaftar. Melalui pengawalan dari para pendamping,
warga yang berhak namun belum terdaftar kini memiliki peluang lebih besar untuk
diusulkan sebagai calon penerima bantuan.
Transparansi Melalui Portal Perlinsos Digital
Digitalisasi bansos nasional yang digalakkan
berbasis Digital Public Infrastructure (DPI) membawa perubahan besar
pada sistem birokrasi. Lewat portal resmi perlinsos.go.id, masyarakat
dipermudah untuk melakukan pendaftaran mandiri menggunakan Identitas
Kependudukan Digital (IKD).
Sistem ini dilengkapi dengan
teknologi verifikasi otomatis lintas instansi serta fitur masa sanggah.
Adanya masa sanggah ini memungkinkan warga mengajukan perbaikan atau penurunan
desil secara cepat apabila data di sistem tidak mencerminkan realitas ekonomi
mereka di lapangan.
Mengajak Warga Lewat Gerakan
Peduli Tetangga
Selain aspek teknologi, TPP Kota
Langsa turut menyuarakan semangat Gerakan Nasional Peduli Tetangga.
Gerakan peduli ini mengetuk solidaritas masyarakat yang melek teknologi untuk
aktif membantu warga lansia atau kelompok rentan di sekitar mereka yang
mengalami kendala saat mengakses layanan digital.
Pemerintah menargetkan perluasan
registrasi Perlinsos Digital ini dapat merangkum data yang valid hingga akhir
tahun 2026. Keberhasilan pemutakhiran data ini diharapkan menjadi kunci
utama agar bantuan reguler seperti PKH maupun Bantuan Pangan Non-Tunai
(BPNT/Sembako) di Kota Langsa terdistribusi secara transparan, akurat, dan
tepat sasaran.











