Langsa — Minggu, 19 Juli 2026, suasana di sudut-sudut gampong dalam wilayah Kota Langsa terasa begitu semarak dan penuh antusiasme. Sebanyak 47 gampong yang tersebar di 5 kecamatan dalam Kota Langsa secara serentak melaksanakan pesta demokrasi, di mana langkah kaki warga berbondong-bondong menuju balai desa atau meunasah setempat bukan untuk menghadiri kenduri, melainkan untuk menunaikan hak suara mereka dalam Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung)
Bagi masyarakat Aceh, khususnya di Kota Langsa, Pilchiksung bukan sekadar ajang memilih pemimpin tingkat gampong (desa). Ini adalah perayaan demokrasi paling murni di tingkat akar rumput, di mana pilihan warga menentukan arah pembangunan gampong untuk beberapa tahun ke depan.Suasana TPS: Antusiasme Warga Sejak Pagi Buta
Menjelang pukul 08.00 WIB, antrean panjang tampak tertib di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kaum ibu, pemuda-pemudi, hingga para sesepuh tampak bersemangat mengenakan pakaian terbaik mereka. Aroma kopi Aceh yang diseduh di warung-warung sekitar seakan menjadi teman setia mengiringi perbincangan hangat antartetangga yang saling berdiskusi mengenai calon pemimpin pilihan mereka.
"Kami ingin gampong kami lebih maju, transparan, dan anak-anak muda lebih diperhatikan ruang kegiatannya," ujar Siti (42), salah seorang warga Langsa Lama yang baru saja memasukkan surat suara ke kotak suara.
Panitia Pemungutan Suara (PPS) bekerja ekstra cepat namun tetap teliti. Pengamanan yang melibatkan unsur Linmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas memastikan jalannya proses pencoblosan berlangsung aman, damai, dan tertib tanpa ada kendala berarti.
Keunikan dan Dinamika Pilchiksung di Kota Langsa
Ada nuansa kekeluargaan yang kental yang sulit ditemukan dalam pemilihan tingkat nasional. Di Pilchiksung Kota Langsa, para kandidat Keuchik biasanya adalah tetangga dekat, tokoh adat, atau bahkan kerabat sendiri. Dinamika persaingan sering kali dibalut dengan canda tawa di luar bilik suara, mencerminkan kuatnya nilai-nilai adat dan budaya lokal Aceh.
Beberapa poin menarik yang teramati selama peliputan lapangan meliputi:
Partisipasi Tinggi: Tingkat kehadiran pemilih (voter turnout) di beberapa TPS terpantau cukup tinggi, mencapai lebih dari 75% dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Peran Tokoh Adat dan Ulama: Kehadiran Tengku Imum dan tokoh adat gampong turut memberikan kesejukan serta memastikan proses pemilihan berjalan sesuai dengan nilai-nilai syariat dan kearifan lokal.
Transparansi Penghitungan Suara: Begitu jarum jam menunjukkan pukul 14.00 WIB, proses penghitungan suara langsung dibuka untuk umum. Warga berkerumun menyaksikan detik-detik pembukaan surat suara, diiringi sorak sorai ringan saat nama calon favorit mereka disebut oleh petugas.
Menatap Wajah Baru Pemimpin Gampong
Pilchiksung di Kota Langsa sekali lagi membuktikan bahwa kedewasaan berdemokrasi tumbuh subur dari bawah. Siapa pun Keuchik yang terpilih nantinya memiliki pekerjaan rumah yang tidak ringan—mulai dari pengelolaan Dana Gampong yang transparan, pemberdayaan ekonomi kreatif pemuda, hingga menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Dari bilik-bilik suara sederhana di Kota Langsa hari itu, harapan akan masa depan gampong yang lebih baik resmi dititipkan. Pesta demokrasi boleh usai, namun persaudaraan antarwarga gampong tetap abadi.













